Undangan rapat datang sebagai lampiran PDF, tapi saat diklik dua kali, file-nya terbuka di aplikasi yang tampilannya terasa asing. Di Linux, tidak ada Adobe Reader resmi, jadi pilihan pembaca PDF bergantung pada distro dan aplikasi yang sudah terpasang. Beberapa pembaca PDF sudah tersedia begitu sistem selesai dipasang, sementara yang lain perlu diinstal lewat repositori atau Flatpak.
Daftar berikut menyusun aplikasi Linux pengganti Adobe Reader berdasarkan kebutuhan: membaca cepat, menandai dokumen, mengisi formulir, sampai mengekstrak halaman. Semua berjalan di Linux tanpa emulator Windows.
1. Evince: pembaca PDF bawaan yang jarang disentuh penggunanya
Evince sudah terpasang di GNOME, Ubuntu, dan banyak distro turunannya. Nama lainnya adalah GNOME Document Viewer. Aplikasi ini membuka PDF, DjVu, XPS, dan file komik (CBZ, CBR) dalam satu jendela.
Untuk membaca dokumen 100 halaman, Evince cukup ringan. Navigasi halaman ada di sidebar, pencarian teks berjalan cepat, dan kamu bisa menambahkan anotasi sederhana seperti sorotan dan catatan tempel. Kekurangannya, Evince tidak bisa mengisi formulir PDF interaktif dengan baik dan tidak punya fitur tanda tangan digital.
Kalau tujuanmu hanya membaca, Evince sudah memadai dan tidak perlu instal apa pun. Di laptop tua, aplikasi ini termasuk yang tetap responsif meski RAM terbatas. Kalau komputermu sudah terasa lambat secara umum, bereskan dulu hal-hal dasar lewat panduan tips merapikan desktop Linux untuk pemula sebelum menambah aplikasi baru.
2. Okular: pilihan untuk dokumen yang perlu ditandai dan diisi
Okular adalah pembaca PDF dari lingkungan KDE. Fiturnya lebih banyak dari Evince: anotasi lengkap (sorotan, coretan, stempel), pengisian formulir interaktif, pengecekan tanda tangan digital, dan ekstraksi teks lewat OCR bila komponen pendukungnya terpasang.
Okular bisa dipasang di GNOME dan desktop lain tanpa harus memasang seluruh KDE. Ukuran paketnya lebih besar, tapi masih wajar untuk aplikasi sekelasnya. Pengguna yang sering menerima dokumen kontrak atau formulir pendaftaran akan merasakan bedanya. Formulir yang di Evince tampak kosong biasanya bisa diisi normal di Okular.
Kapan sebaiknya pilih Okular daripada Evince
- Kamu perlu mengisi formulir PDF yang bisa diketik.
- Dokumen harus dianotasi sebelum dikirim balik ke pengirim.
- Kamu ingin memeriksa tanda tangan digital pada dokumen resmi.
3. Zathura: untuk pengguna keyboard dan file besar
Zathura dirancang dengan pendekatan berbeda. Tampilannya minimal, hampir tanpa tombol, dan hampir semua perintah dijalankan lewat keyboard. Tekan J dan K untuk berpindah halaman, / untuk mencari teks, dan Tab untuk melompat antar tautan.
Aplikasi ini ringan dan cepat membuka PDF berukuran ratusan megabita, termasuk file hasil pindai yang berat. Zathura memakai backend MuPDF atau Poppler, jadi kualitas rendering teksnya bagus. Kekurangannya jelas: tidak ada anotasi visual, tidak ada pengisian formulir, dan antarmuka keyboard-centric butuh waktu adaptasi.
Zathura cocok untuk kamu yang membaca dokumen teknis sambil mengetik di terminal, atau yang sering membuka manual berbahasa Inggris berukuran besar. Instalasi tersedia di repositori hampir semua distro.
4. Firefox dan Chromium: cara tercepat membuka PDF tanpa aplikasi tambahan
Peramban modern sudah punya penampil PDF bawaan. Kalau kamu sedang bekerja di Firefox dan mengklik tautan PDF, dokumen terbuka di tab baru. Kamu bisa memperbesar, mencari teks, mengunduh, atau mencetak ke printer.
Firefox di Linux memakai pdf.js, penampil berbasis JavaScript. Fungsinya terbatas pada membaca dan mencetak, tanpa anotasi atau formulir. Untuk dokumen sekali lihat, cara ini paling praktis karena tidak menambah aplikasi. Untuk dokumen kerja yang perlu ditandai, pindah ke Okular.
5. Master PDF Editor: alternatif berbayar untuk kebutuhan kantor
Kalau pekerjaanmu menuntut pengeditan PDF, seperti menambah teks, menggabungkan file, atau memberi watermark, Master PDF Editor menyediakan versi Linux. Aplikasi ini berbayar untuk fitur lengkap, dengan versi gratis yang membatasi sebagian fungsi.
Sebelum membeli, cek dulu apakah kebutuhanmu bisa dipenuhi aplikasi open source. Menggabungkan dan memisahkan halaman PDF bisa dilakukan lewat perintah pdfunite dan pdfseparate dari paket poppler-utils, yang biasanya sudah terpasang. Untuk keperluan sesekali, perintah terminal ini lebih cepat daripada membuka aplikasi GUI.
pdfunite bagian1.pdf bagian2.pdf gabungan.pdf
pdfseparate dokumen.pdf halaman-%d.pdf
6. Calibre: ketika PDF bercampur dengan ebook
Calibre lebih dikenal sebagai pengelola ebook, tapi penampil bawaannya juga bisa membuka PDF. Fiturnya mencakup daftar isi, penyesuaian ukuran font untuk PDF yang teksnya bisa direflow, dan konversi ke format lain.
Aplikasi ini terasa berlebihan kalau kamu hanya butuh membaca satu PDF. Namun bagi yang punya banyak ebook dan dokumen riset, menyimpan semuanya dalam satu pustaka Calibre memudahkan pencarian. Bobot instalasinya cukup besar, jadi siapkan ruang disk yang memadai.
7. Xournal++: PDF sebagai kanvas catatan
Dosen kadang mengirim modul PDF dan meminta mahasiswa mencatat langsung di file yang sama. Xournal++ mengubah PDF menjadi halaman yang bisa ditulisi, baik dengan mouse maupun stylus. Setiap coretan tersimpan sebagai lapisan terpisah, jadi teks asli dokumen tidak rusak.
Aplikasi ini berguna untuk pengguna tablet gambar atau laptop layar sentuh. Kalau kamu lebih sering mencatat di aplikasi terpisah, ada pilihan aplikasi Linux untuk mencatat yang ringan dan cepat yang bisa dipadukan dengan pembaca PDF biasa.
8. MuPDF: penampil minimalis dengan kecepatan maksimal
MuPDF tersedia dalam versi command line dan GUI sederhana. Aplikasi ini terkenal karena waktu bukanya yang hampir instan, bahkan untuk file pindai berukuran besar. Tampilannya tidak menawarkan anotasi, dan itu memang bukan tujuannya.
Di terminal, MuPDF bisa dipakai untuk mengubah PDF menjadi gambar per halaman, memeriksa metadata, atau mengambil teks. Untuk keperluan otomatisasi, ini lebih praktis daripada membuka aplikasi grafis.
Merawat pembaca PDF pilihanmu
Setelah memilih satu atau dua aplikasi, ada beberapa kebiasaan yang membuat pengalaman membaca lebih nyaman. Perbarui paket secara berkala karena pembaruan Poppler sering membawa perbaikan rendering. Simpan file PDF di folder yang mudah dicari, dan hapus dokumen lama yang sudah tidak dibutuhkan. Kalau kamu memakai layanan sinkronisasi atau server daring, memeriksa kualitas koneksi sebelum mengunduh file besar bisa menghemat waktu; ada cara membandingkan latensi ke beberapa server lewat pengujian ping ke berbagai server DNS yang bisa jadi acuan awal.
Kalau kamu sering berpindah komputer, mengekspor bookmark dan tautan dokumen penting ke file cadangan juga membantu. Panduan cara mengekspor bookmark ke file HTML dan CSV menjelaskan langkahnya sehingga koleksi tautan tidak hilang saat ganti perangkat.
Ringkasan
Evince cukup untuk membaca sehari-hari, Okular cocok untuk formulir dan anotasi, Zathura dan MuPDF unggul di kecepatan, sementara Firefox memberi jalan pintas tanpa instalasi. Pasang satu pembaca utama, tambahkan satu alternatif ringan, dan kamu sudah punya cara membuka PDF di Linux.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Adobe Reader bisa dijalankan di Linux?
Adobe menghentikan dukungan resmi Adobe Reader untuk Linux sejak lama. Menjalankannya lewat lapisan kompatibilitas Windows seperti Bottles atau Wine secara teknis mungkin, tapi rawan error dan tidak dianjurkan. Pembaca PDF native Linux seperti Evince, Okular, atau Zathura memberi hasil lebih stabil untuk kebutuhan membaca dan mengisi formulir.
Aplikasi Linux mana yang paling ringan untuk membuka PDF di laptop tua?
Zathura dan MuPDF termasuk yang paling ringan karena antarmukanya sederhana dan waktu bukanya singkat. Evince juga masih nyaman dipakai di perangkat dengan RAM terbatas. Hindari memasang beberapa pembaca PDF berat sekaligus, karena masing-masing menarik dependensi yang bisa membebani sistem.
Bagaimana cara mengisi formulir PDF yang tidak bisa diketik di Evince?
Formulir seperti itu biasanya memakai kolom yang tidak mendukung pengisian langsung. Coba buka file yang sama di Okular, yang lebih baik dalam menangani formulir interaktif. Kalau tetap tidak bisa, formulir tersebut kemungkinan berupa hasil pindai dan perlu diisi manual setelah dicetak, atau diolah dengan alat OCR lebih dulu.